Thursday, August 7, 2008

CORAK BATIK DIPERGAYAKAN

Cara kedua ialah menerusi melukis corak batik di atas kain, atau dengan kata lain digelar ‘canting’. Batik Terengganu dari Malaysia terkenal dengan batik canting. Corak yang dihasilkan menerusi proses canting adalah unik untuk setiap kain dan prosesnya agak memakan masa. Oleh itu, batik yang dihasilkan menerusi proses mencanting adalah lebih mahal.



Dahulu batik dianggap sebagai seni pakaian tradisional tetapi setelah pelbagai usaha dilakukan kini batik juga telah melalui revolusi kontemporari di mana batik dijadikan sebagai elemen penting dalam rekabentuk dan rekahias pakaian fesyen terkini
Y02
Batik - pengenalan
Batik adalah hasil seni dan kraf yang terkenal terutamanya di Malaysia dan Indonesia. Perkataan ‘batik’ itu sendiri berasal dari perkataan jawa yang menggabungkan dua perkataan iaitu ‘amba’ yang bermaksud menulis dan ‘titik’.



Di Malaysia, kepentingan batik menjadi ketara sejak beberapa tahun yang lepas setelah batik sutera dijadikan pakaian rasmi tertentu terutama kepada mereka yang berkhidmat dengan badan kerajaan.

Batik dihasilkan melalui 2 cara yang utama. Cara yang pertama ialah menerusi blok tangan, di mana corak tertentu dilekatkan pada blok dan corak batik dicetak ke atas kain. Penghasilan begini juga digelar ‘printed batik’ atau batik cetak. Sebagai contoh, banyak batik Indonesia adalah dihasilkan menerusi blok.
TARIAN JAWA

Tarian merupakan bagian yang menyertai perkembangan pusat baru ini. Ternyata pada masa kerajaan dulu tari mencapai tingkat estetis yang tinggi. Jika dalam lingkungan rakyat tarian bersifat spontan dan sederhana, maka dalam lingkungan istana tarian mempunyai standar, rumit, halus, dan simbolis. Jika ditinjau dari aspek gerak, maka pengaruh tari India yang terdapat pada tari-tarian istana Jawa terletak pada posisi tangan, dan di Bali ditambah dengan gerak mata.
Tarian yang terkenal ciptaan para raja, khususnya di Jawa, adalah bentuk teater tari seperti wayang wong dan bedhaya ketawang. Dua tarian ini merupakan pusaka raja Jawa. Bedhaya Ketawang adalah tarian yang dicipta oleh raja Mataram ketiga, Sultan Agung (1613-1646) dengan berlatarbelakang mitos percintaan antara raja Mataram pertama (Panembahan Senopati) dengan Kangjeng Ratu Kidul (penguasa laut selatan/Samudra Indonesia) (Soedarsono, 1990). Tarian ini ditampilkan oleh sembilan penari wanita
Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-masing daerah yang amat beragam. Khasanah budaya Bangsa Indonesia yang demikian kaya telah mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik tradisioanal dengan ciri kekhususannya sendiri.



Secara prinsip, terdapat 11 tahapan yang umumnya dilalui dalam pembuatan batik tradisional, yakni: nggirah, nganji, nyimpong, njereng, nerusi, nembok, medel, mbironi, nyoga, dan glorod.

Sentra produksi batik di Jawa Tengah banyak dijumpai di Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kota Surakarta, dan Kabupaten Sragen. Dari sisi permintaan dan keunikan produk, peluang usaha di bidang industri batik masih terbuka luas dan sangat menguntungkan. Pemasaran batik selain untuk konsumsi lokal juga telah menembus pasar Eropa dan Amerika
(Batik of Central Java) Salah satu jenis produk sandang yang berkembang pesat di Jawa tengah sejak beberapa dekade, bahkan beberapa abad yang lalu, adalah kerajinan batik. Sebagian besar masyarakat Indonesia telah mengenal batik baik dalam coraknya yang tradisional maupun yang modern. Pada umumnya batik digunakan untuk kain jarik, kemeja, sprey, taplak meja, dan busana wanita. Mengingat bahwa jenis produk ini amat dipengaruhi oleh selera konsumen dan perubahan waktu maupun model, maka perkembangan industri batik di Jawa Tengah juga mengalami perkembangan yang cepat baik menyangkut rancangan, penampilan, corak dan kegunaannya, disesuaikan dengan permintaan dan kebutuhan pasar baik dalam maupun luar negeri.


Batik tradisonal secara historis berasal dari zaman nenek moyang dikenal sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Namun dalam sejarah perkembangannya batik di Jawa Tengah mengalami perkembangan, yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya. Selanjutnya melalui penggabungan corak lukisan dengan seni dekorasi pakaian, muncul seni batik tulis seperti yang kita kenal sekarang ini.
Batik (atau kata Batik) berasal dari bahasa Jawa "amba" yang berarti menulis dan "titik". Kata batik merujuk pada kain dengan corak yang dihasilkan oleh bahan "malam" (wax) yang diaplikasikan ke atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna (dye), atau dalam Bahasa Inggrisnya "wax-resist dyeing".
Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya "Batik Cap" yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak "Mega Mendung", dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.

Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh orang Tionghoa, yang juga mempopulerkan corak phoenix. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing.

Teknik membatik telah dikenal sejak ribuan tahun yang silam. Tidak ada keterangan sejarah yang cukup jelas tentang asal usul batik. Ada yang menduga teknik ini berasal dari bangsa Sumeria, kemudian dikembangkan di Jawa setelah dibawa oleh para pedagang India. Saat ini batik bisa ditemukan di banyak negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Sri Lanka dan Iran. Selain di Asia, batik juga sangat populer di beberapa negara di benua Afrika. Walaupun demikian, batik yang sangat terkenal di dunia adalah batik yang berasal dari Indonesia, terutama dari Jawa.

Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.

Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB.

Semula batik dibuat di atas bahan dengan warna putih yang terbuat dari kapas yang dinamakan kain mori. Dewasa ini batik juga dibuat di atas bahan lain seperti sutera, poliester, rayon dan bahan sintetis lainnya. Motif batik dibentuk dengan cairan lilin dengan menggunakan alat yang dinamakan canting untuk motif halus, atau kuas untuk motif berukuran besar, sehingga cairan lilin meresap ke dalam serat kain. Kain yang telah dilukis dengan lilin kemudian dicelup dengan warna yang diinginkan, biasanya dimulai dari warna-warna muda. Pencelupan kemudian dilakukan untuk motif lain dengan warna lebih tua atau gelap. Setelah beberapa kali proses pewarnaan, kain yang telah dibatik dicelupkan ke dalam bahan kimia untuk melarutkan lilin.

Jenis Batik

Batik tulis adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan.
Batik cap adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk dengan cap ( biasanya terbuat dari tembaga). Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari.

Wednesday, August 6, 2008

kebaya1

Baju kebaya dipakai oleh wanita Melayu. Ada dua teori tentang asal baju kebaya. Satu mengatakan perkataan 'kebaya' itu berasal daripada perkataan Arab habaya yang bermaksud pakaian labuh yang berbelah di hadapan. Satu lagi mengatakan pakaian seumpama ini dibawa oleh Portugis ke Melaka, maka sebab itulah kebaya telah lama dipakai di Melaka; bukan sahaja oleh wanita Melayu tetapi juga oleh wanita Cina Peranakan (Baba) dengan sedikit perbezaan dalam potongan dan gaya memakainya.


Baju Kebaya Labuh

Baju kebaya yang asal direka labuh hingga ke paras lutut ataupun lebih. Tangannya panjang dan lebar. Bahagian badannya mengikut potongan badan dan melebar ke bawah bermula dari bahagian punggung. Bahagian hadapannya pula berbelah dan berkolar sampai ke kaki baju. Bahagian yang berbelah ini disemat dengan tiga kerongsang berasingan atau yang berangkai dengan rantai halus. Kerongsang ini dikenali sebagai ibu dan anak kerongsang. Kerongsang yang besar dan di atas sekali dipanggil ibu dan dua lagi yang kecil dan dipakai bawah kerongsang ibu dipanggil anak.

Kebaya ada pelbagai gaya. Contohnya di Selangor, kebayanya tidak berkolar. Di Perak pula lengan kebayanya sangat lebar berbanding dengan kebaya di negeri-negeri yang lain. Di Pahang pula, baju kebayanya yang dikenali sebagai baju Riau Pahang mempunyai leher berkolar dan berkancing seperti baju kurung cekak musang tetapi bahagian hadapannya juga berbelah seperti baju kebaya yang lain; malah turut dipasangkan kerongsang di bawah kancingnya yang berbutang itu.
Pakaian merupakan salah satu keperluan asas manusia iaitu berfungsi sebagai melindungi tubuh dari kepanasan, kesejukan serta ancaman-ancaman lain. Hiasan diri pula digunakan dan dipakai sebagai pelengkap kostum dan menyerikan lagi si pemakai. Bagi masyarakat Melayu, pakaian dan hiasan diri pada asalnya lebih berfungsi sebagai simbol kedudukan dan kekuasaan seseorang dalam masyarakat. Namun fungsi pakaian dan hiasan semakin berkembang dan berubah mengikut peredaran zaman. Kini ia lebih penting sebagai bahan fesyen iaitu sesuatu yang lebih menitikberatkan daya kreatif penciptanya.

Monday, August 4, 2008

Exploring Batik and Tie Dye: The Art of Fabric Dyeing
Even though the 1960s are history, the art of tie dyeing clothes is ever-present and here to stay! This section on the Creativity Portal explores the art of fabric dyeing in both tie-dye and batik methods. What's the difference between the two? Batik is a more involved method of dyeing fabric using removable wax on the parts of the fabric you don't want dyed, whereas tie dye (also noted as tie-dye & tiedye) is a method of dyeing fabric after knotting or rubber banding it to produce interesting and irregular patterns.

Explore the process of both batik and tie dye and how to make imaginative patterns and designs from the following information and recommended Websources. For video demos, we recommend you searching.

Quilt Show

Mt Dora Quilt Show

coffee art 21.

coffee art 13

coffee art 12

coffee art 11

coffee art 10

coffee art 09

coffee art 08

coffee art 07

coffee art 06

coffee art 05

coffeeart 03